Mama Berry’s rempong journey back to the city: Suka Duka pembuatan KTP DKI Jakarta

www.cameradphoto.com

Akhirnya, setelah perjalanan yang panjang dan lama (dan bantuan berbagai pihak: semua oma & opa Berry diberdayakan, termasuk om satpam dari domisili yang lama), Mama Berry (dan Lil Berry nantinya) resmi kembali jadi warga DKI Jakarta dengan KTP DKI Jakarta. Bener-bener perjuangan loh sampai akhirnya bisa dapet KTP ini lagi. Btw, dulu Mama Berry warga DKI Jakarta sejak lahir, tapi sempat pindah ke Bogor dan ganti KTP, kebetulan Daddy Berry warga DKI, jadi kami putuskan lebih baik nantinya Berry masuk warga ibukota tercinta aja.

Kami diwanti-wanti banyak pihak, harus urus Kartu Keluarga sebelum Berry lahir, artinya Mama Berry juga harus kembali jadi warga ibukota dan punya KTP dulu. Rencananya kita mau split KK sendiri biar punya KK buat keluarga Berry. Nah, prosesnya pertama-tama Mama Berry harus buat KTP DKI Jakarta dulu, sekalian habis itu urus KK.

Syarat-syaratnya simpel sih (kirain…):

  1. Surat pengantar RT/RW
  2. Surat pindah dari domisili asal (jangka waktu hanya 1 bulan)
  3. KK
  4. Akte lahir
  5. Akte nikah
  6. Pasfoto (gak tau kenapa dimintain padahal kan nanti juga foto lagi)

Pertama-tama minta tolong oma & opa Berry untuk bantu urus surat2nya, jadi mereka bolak balik Bogor-Jakarta urus surat dari domisili sana. Nasib Mama Berry waktu ngurusin agak lama, jadi Surat Pindahnya keburu expired, alhasil, minta tolong lagi sama Om Satpam yang baik jauh-jauh dari Bogor untuk urus surat pindah. Udah nih, semua dokumen udah masuk ke Kelurahan untuk diproses, ternyata oh ternyata kalau dari luar kota mau masuk ke DKI harus pakai lampiran SKCK dari Polres/Polsek setempat.

7. SKCK! omaigat!

Jadi Mama Berry (udah hamil 7 bulan) harus dateng sendiri ke Polsek Bogor, soalnya butuh sidik jari. Tempatnya ribet jadi ngga bisa via taxi, terpaksa nyetir deh 40km bolak balik. Syarat-syaratnya (kesannya) simpel:

  • KTP asli dan fotocopy yg masih berlaku
  • Foto ukuran 4×6 (4 lembar) background merah (eh, pas sampai sana diminta 5 lembar gak paham juga kenapa)
  • Surat pengantar RT/RW daerah asal – dan ini beda dengan yang surat pengantar sebelumnya (yak, lagi2 minta tolong om satpam yang baik hati nun jauh di Bogor)

Pertama dateng ke loket pelayanan SKCK, terus isi form, lampirkan dokumen dan pasfoto. Tempatnya super panas, kebuka dengan atap seng. Kasian banget deh itu petugas lagi pada puasa dengan iklim kayak gitu, gw maklum aja deh mereka pada jutek. Formnya sih agak2 ajaib fotokopian doank dan itu juga kopiannya miring2. Isi formnya lebih ajaib lagi, ada karakteristik wajah, mata, rambut, bibir (lengkung/tebal/tipis/sumbing –  doenk banget deh), etc. Terus disuruh isi apakah pernah melanggar hukum/ngga, pernah terlibat perkara hukum/sosial (of course jawabannya ngga lah yaa). Pengen gw foto tapi dipelototin sama petugasnya, mungkin gara2 gw ngisinya sambil cekikikan sendiri.

Nah, kalau udah nanti dipanggil sama ibu2 admin nan jutek, disuruh ambil sidik jari. Tempat sidik jarinya super ajaib, tradisional banget pake tinta dilumurin ke blok besi, terus tangan ditempel ke form kopian miring2 itu, terus yawda disodorin lap abal2 doank buar bersihin tintanya. Abis itu, petugasnya sodorin lagi dokumen kita tadi. Alhasil, belepotan semua itu form.

Terus, tinggal nunggu sampe ibu2 petugas juteknya in the mood buat ketikin 1 lembar dokumen yang menyatakan kita gak pernah ada catatan kepolisian, jadi deh! Owia, jangan lupa minta dilegalisir sekalian (bayar Rp25rb, gak paham deh liar apa ngga). Disitu ngga ada tempat fotokopi, jadi gw kudu nyebrang jalanan super debuan yang isinya truk semua dengan perut gede begini. Ok, abis beres nyebrang balik ke tempat SKCK minta legalisir. Done!

Habis itu, balikin si SKCK asli dan dokumen2 asli (untuk verivikasi) ke Kelurahan untuk lanjutin proses pembuatan KTP (dan make sure surat pindahnya ngga sampai kelewatan sebulan, nanti repot).  Satu bulan kemudian, jadi deh si KTP, tinggal ke Kelurahan untuk foto, sidik jari (pake komputer kali ini) dan tanda tangan. Abis itu udah gampang, tinggal verifikasi data untuk KK, voila 3 hari kemudian kelar semua!

Some tips untuk bumil yang akan ke kantor kelurahan cek deh itu satu kompleks sama militer/polisi/sejenisnya. Kalo iya, mendingan bawa mobil sendiri atau minta dianter biar ngga drama kayak gw. Berhubung Mama Berry udah jalan 31 minggu, jadi ke kelurahannya naik taksi. Ternyata, kantor kelurahannya satu kompleks dengan Provost jadi si abang taksi ngga bisa masuk, jadi harus jalan kekong dari gerbang ke kelurahan. Doenk banget deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s